Chapter 19 - Pertarungan Tanpa Batas
"Kunci Realitas"
Setelah perjalanan panjang melintasi waktu, Cyber Team akhirnya berhasil menemukan zaman di mana Dr. Elias Carter masih hidup. Mereka tiba di tahun 2045, sebelum dunia jatuh ke dalam kekacauan teknologi yang mereka saksikan sebelumnya. Kota ini masih dalam masa keemasannya, dengan inovasi yang terus berkembang dan belum dikuasai oleh AI atau kelompok pemberontak.
Pertemuan dengan Dr. Elias
Dengan bantuan informasi yang mereka kumpulkan dari masa depan, mereka akhirnya menemukan laboratorium rahasia Dr. Elias. Namun, meyakinkan seorang ilmuwan jenius untuk memberikan akses ke penemuannya bukanlah hal yang mudah. Dr. Elias curiga terhadap kedatangan mereka, terutama setelah mereka menyebutkan bahwa dirinya di masa depan telah menghilang tanpa jejak.
"Jika aku benar-benar hilang di masa depan, itu artinya ada sesuatu yang tidak beres," ujar Dr. Elias sambil mempelajari tim dengan tatapan tajam. "Mengapa aku harus mempercayai kalian?"
Parker melangkah maju, melepas topengnya dan menatap langsung ke mata sang ilmuwan. "Karena tanpa alat yang kau ciptakan, dunia akan jatuh ke dalam kehancuran. Seorang teman lama, Karl Wren, telah menjadi ancaman bagi seluruh realitas. Dan satu-satunya cara untuk menghentikannya adalah dengan mengaktifkan teknologi yang hanya bisa kau akses."
Dr. Elias terdiam sejenak, merenungkan ucapan Parker. Setelah beberapa saat, ia menghela napas berat dan mengangguk. "Jika itu benar, maka aku tidak punya pilihan. Alat ini disebut Reality Core. Ia dapat mengubah batasan antara realitas dan dunia digital. Tetapi untuk menggunakannya, memang benar bahwa hanya DNA-ku yang dapat mengaktifkan sistem keamanannya."
Tanpa ragu, Dr. Elias memberikan sampel DNA-nya, dan dengan itu, mereka berhasil mengaktifkan Reality Core. Cahaya biru terang menyelimuti perangkat tersebut saat kode-kode kompleks mulai muncul di layar holografik.
"Alat ini tidak hanya bisa menghentikan Glitch," ujar Tony. "Tapi juga bisa mengembalikannya ke bentuk asalnya sebelum ia terperangkap dalam dunia digital."
Namun, sebelum mereka sempat kembali ke masa kini, sebuah distorsi besar muncul dalam aliran waktu. Sesuatu yang tidak seharusnya ada telah menyusul mereka.
Ancaman di Dunia Nyata
Saat Cyber Team akhirnya kembali ke masa kini dengan Reality Core, mereka mendapati situasi yang jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Glitch telah berada di dunia nyata, menciptakan kekacauan yang tidak terkendali. Dengan tubuh yang kini sepenuhnya menyatu dengan kode error dan glitch digital, ia telah menculik Bibi May dan mengancamnya untuk memberitahu keberadaan Parker.
"Kau pikir bisa bersembunyi dariku selamanya, Parker?" suara glitch terdengar seperti gema dari berbagai dimensi. "Kau lari ke masa depan, tapi sekarang aku memegang sesuatu yang berharga untukmu."
Parker, yang tidak bisa membiarkan Bibi May dalam bahaya, akhirnya menghadapi Glitch secara langsung. Dengan Reality Core di tangan, ia menarik Glitch ke dalam dunia digital, berharap bisa mengurungnya di sana. Namun, Glitch jauh lebih kuat dari yang mereka perkirakan. Dengan satu hentakan energi, ia menggabungkan dunia digital dan realitas menjadi satu, menciptakan sebuah dimensi baru di mana hukum fisika dan dunia maya bercampur tanpa batas.
"Selamat datang di dunia baru, Parker," ujar Glitch dengan senyum mengerikan. "Di sinilah segalanya berakhir."
Dunia kini telah berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa dikenali. Gedung-gedung berganti wujud antara struktur nyata dan deretan kode digital yang terus berdenyut seperti jantung elektronik. Langit dipenuhi dengan glitch berwarna ungu dan biru, seakan dunia nyata telah tercemar oleh korupsi digital. Parker berdiri di tengah-tengah kekacauan ini, napasnya berat saat ia melihat Glitch melayang di udara, tubuhnya kini lebih menyerupai makhluk luar nalar daripada manusia.
Pertarungan di Antara Dimensi
"Kau pikir bisa menghentikanku dengan kembali ke masa lalu dan membawa alat kecil itu?" Glitch menyeringai, suara digitalnya bergema di seluruh kota. "Kau sudah terlambat, Parker. Aku telah menyatu dengan dunia ini! Aku bukan sekadar manusia atau program. Aku adalah realitas itu sendiri!"
Parker menggenggam Reality Core erat di tangannya, lalu melompat ke arah Glitch dengan kecepatan penuh. Dengan satu pukulan kuat, ia mencoba menyerang, tetapi Glitch menghilang dalam sekejap, muncul kembali di belakangnya dan menghantamnya dengan gelombang energi yang melemparkan Parker jauh ke belakang. Parker menghantam gedung yang berubah menjadi aliran data sebelum kembali padat dalam hitungan detik.
Cyber Team, yang telah berhasil kembali ke masa kini bersama Reality Core, berusaha keras mencari cara untuk menstabilkan dunia yang kini kacau balau. Tony, dengan tangan gemetar, mencoba menyesuaikan koordinat alat tersebut. "Jika kita bisa mengaktifkan Reality Core dengan frekuensi yang tepat, kita mungkin bisa memisahkan realitas dari dunia digital!"
Namun, sebelum mereka bisa menyelesaikannya, Glitch menyerang mereka dengan gelombang glitch yang menghancurkan sebagian markas mereka. "Kalian benar-benar masih berharap bisa memperbaiki semua ini? Tidak ada lagi dunia nyata. Tidak ada batas antara ilusi dan kenyataan!"
Parker kembali berdiri, darah mengalir dari pelipisnya. "Aku tidak akan membiarkanmu menang, Karl!" serunya, memanggil nama sahabat lamanya dengan harapan masih ada sedikit kemanusiaan yang tersisa di dalam dirinya.
Glitch terdiam sesaat. Matanya yang bercahaya biru berdenyut, seakan ada konflik dalam dirinya. Namun, dalam hitungan detik, ia kembali menyeringai. "Karl sudah mati, Parker. Yang tersisa hanya aku, Glitch!"
Akhir yang Belum Berakhir
Dengan kemampuannya yang semakin tak terkendali, Glitch mengangkat tangannya dan menciptakan retakan besar di antara dua dunia. Setiap manusia yang tersentuh oleh glitch mulai berubah, tubuh mereka kehilangan fisiknya dan menjadi bagian dari aliran data. Parker hanya bisa menyaksikan dengan ketakutan saat dunia di sekitarnya terus berubah.
Tony berteriak, "Parker! Kita harus segera mengaktifkan alat ini sebelum semuanya benar-benar terlambat!"
Namun, sebelum mereka bisa bertindak, Glitch menciptakan ledakan besar yang membuat seluruh dunia terasa berguncang. Parker hanya bisa melihat segalanya mulai terpecah menjadi potongan-potongan kecil.
Lalu—kegelapan.
Komentar
Posting Komentar