Chapter 18 - Amarah Bahaya
"Perburuan Melintasi Waktu"
Setelah mendapatkan alat yang mereka cari di masa depan, Cyber Team masih belum bisa bernapas lega. Alat itu ternyata memiliki sistem pengamanan yang hanya bisa diaktifkan dengan kode otorisasi yang tidak mereka miliki. Dengan kata lain, mereka harus kembali melacak siapa yang pertama kali menciptakan alat ini dan bagaimana cara menggunakannya.
Mencari Jejak di Lintasan Waktu
"Jadi kita harus kembali ke waktu sebelum alat ini diciptakan?" tanya Gwen sambil mengamati alat di tangannya. "Berarti kita harus mencari tahu siapa penemu pertama teknologi ini."
Tony mengetik cepat di layar holografiknya. "Dari data yang aku kumpulkan, perusahaan yang pertama kali mengembangkan teknologi ini berawal dari tahun 2050. Kita harus pergi ke tahun itu dan mencari jejak ilmuwan yang mengembangkannya."
Parker menghela napas. "Semakin jauh kita pergi, semakin berbahaya. Kita bahkan tidak tahu bagaimana dunia di tahun itu."
"Tapi ini satu-satunya cara," jawab Zack. "Jika kita kembali ke masa sekarang tanpa mengetahui cara mengaktifkan alat ini, itu akan sia-sia."
Mereka kembali masuk ke dalam mesin waktu dan mengatur koordinat menuju tahun 2050. Dengan suara mendengung keras, mereka pun kembali masuk ke dalam aliran waktu.
Tahun 2090: Peradaban yang Berbeda
Saat mereka tiba di tahun 2090, pemandangan yang mereka lihat jauh berbeda dari tahun 2075. Dunia tidak seteratur dan secanggih yang mereka harapkan. Kota-kota dipenuhi dengan pemberontakan teknologi, di mana manusia melawan dominasi AI yang berusaha mengambil alih sistem pemerintahan. Beberapa wilayah tampak porak-poranda akibat perang siber antara kelompok hacker dengan korporasi raksasa.
"Aku tidak menyangka dunia di tahun ini akan seperti ini," ujar Parker dengan nada khawatir.
"Kita harus tetap waspada," Tony memperingatkan. "Perusahaan yang menciptakan alat ini ada di tengah kota, tapi jalan ke sana tidak akan mudah."
Cyber Team menyusuri jalanan gelap, menghindari patroli drone dan pasukan cybernetic yang menjaga area pusat kota. Mereka bertemu dengan kelompok pemberontak yang tampaknya juga mencari cara untuk melawan teknologi yang terlalu maju. Dengan bantuan informasi dari mereka, Parker dan timnya akhirnya mengetahui bahwa seorang ilmuwan bernama Dr. Elias Carter adalah pencipta asli alat ini.
Rintangan dan Kejaran di Masa Depan
Saat mereka hampir mencapai lokasi Dr. Elias, mereka disergap oleh pasukan keamanan yang mengira mereka adalah penyusup dari kelompok pemberontak. Parker dan Gwen bertarung melawan pasukan cyber, menghindari serangan laser dan sistem pertahanan yang canggih. Tony dan Zack berusaha membuka jalan dengan membobol sistem keamanan dari jarak jauh.
Akhirnya, mereka berhasil mencapai laboratorium Dr. Elias, namun ilmuwan itu sudah tidak ada. Yang mereka temukan hanyalah catatan dan eksperimen yang ia tinggalkan. Dari catatan tersebut, mereka mengetahui bahwa Dr. Elias berhasil menyelesaikan alat ini dengan memasukkan kode unik yang hanya bisa diaktifkan dengan DNA-nya.
"Jadi kita butuh DNA-nya untuk mengaktifkan alat ini?" tanya Parker frustasi.
"Ya, dan kita tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati," jawab Tony.
"Kalau begitu, kita harus mencari tahu di mana dia berada sebelum kita kehabisan waktu," kata Gwen dengan tekad.
Setelah mendapatkan alat yang mereka cari di masa depan, Cyber Team masih belum bisa bernapas lega. Alat itu ternyata memiliki sistem pengamanan yang hanya bisa diaktifkan dengan kode otorisasi yang tidak mereka miliki. Dengan kata lain, mereka harus kembali melacak siapa yang pertama kali menciptakan alat ini dan bagaimana cara menggunakannya.
Mencari Jejak di Lintasan Waktu
"Jadi kita harus kembali ke waktu sebelum alat ini diciptakan?" tanya Gwen sambil mengamati alat di tangannya. "Berarti kita harus mencari tahu siapa penemu pertama teknologi ini."
Tony mengetik cepat di layar holografiknya. "Dari data yang aku kumpulkan, perusahaan yang pertama kali mengembangkan teknologi ini berawal dari tahun 2050. Kita harus pergi ke tahun itu dan mencari jejak ilmuwan yang mengembangkannya."
Parker menghela napas. "Semakin jauh kita pergi, semakin berbahaya. Kita bahkan tidak tahu bagaimana dunia di tahun itu."
"Tapi ini satu-satunya cara," jawab Zack. "Jika kita kembali ke masa sekarang tanpa mengetahui cara mengaktifkan alat ini, itu akan sia-sia."
Mereka kembali masuk ke dalam mesin waktu dan mengatur koordinat menuju tahun 2050. Dengan suara mendengung keras, mereka pun kembali masuk ke dalam aliran waktu.
Ancaman Baru di Dunia Nyata
Sementara itu, tanpa diketahui oleh mereka, di dunia nyata sesuatu yang mengerikan sedang terjadi. Glitch telah berevolusi. Dengan tubuh baru yang lebih sempurna, ia muncul kembali di Jakarta dalam bentuk yang lebih mengerikan. Kode error berkilatan di tubuhnya, dan setiap langkahnya membuat dunia digital dan realita semakin bercampur. Ia kini mampu mengubah lingkungan di sekitarnya menjadi glitch yang menyebar tanpa kendali.
"Parker! Ke mana kau?!" Glitch menggeram, suaranya bergetar dengan distorsi digital. "Aku datang untuk mengakhiri ini!"
Namun, yang tidak diketahui oleh Glitch adalah bahwa Parker sedang berada di masa depan. Dengan kebingungan dan kemarahan yang semakin membakar, Glitch mulai merusak dunia nyata, menciptakan kekacauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar