Chapter 07 - Bayangan di Balik Teknologi

 "Pertarungan dengan Six Tentacles"


Malam telah jatuh, namun langit kota dipenuhi oleh kilatan cahaya dan ledakan akibat pertarungan sengit antara Cyber Team dan Dr. Octopus. Parker berdiri dengan napas tersengal, tubuhnya dipenuhi goresan luka akibat serangan dari enam tentakel hologram canggih milik Octavius. Tentakel itu tidak hanya lebih kuat dibandingkan versi sebelumnya, tetapi juga memiliki kemampuan yang unik—ada yang mampu memancarkan listrik berkekuatan tinggi, ada yang memproyeksikan perisai energi, dan bahkan ada yang bisa mengeluarkan gelombang sonik yang mampu melumpuhkan musuh.



"Kalian pikir bisa menghentikanku?" suara Dr. Octopus menggema di antara reruntuhan laboratorium bawah tanahnya. "Teknologi ini adalah puncak dari revolusi ilmiah! Aku akan membuktikan bahwa aku adalah ilmuwan terbesar abad ini!"

Parker menatapnya tajam. "Kau bukan ilmuwan, kau adalah monster yang membiarkan teknologi mengendalikanmu!"

Dengan satu gerakan cepat, salah satu tentakel Octavius mengayun ke arah Parker, memaksanya melompat ke udara dan menghindar dengan gesit. Tony, yang mengenakan armor modifikasi ringan, meluncurkan serangan laser ke salah satu tentakel, tetapi energi dari perisai hologramnya berhasil menahan serangan itu.

"Perisainya terlalu kuat!" seru Tony. "Kita butuh strategi lain!"

Sementara itu, Gwen dan Zack bekerja sama untuk mencari kelemahan sistem Dr. Octopus. Gwen dengan cepat mengakses data dari terminal yang masih berfungsi, sementara Zack mencoba mengalihkan perhatian Octavius dengan menembakkan gelombang elektromagnetik dari perangkat portable miliknya.

"Aku menemukannya!" kata Gwen dengan penuh semangat. "Sistem kontrol utama tentakelnya berbasis pada chip neural yang ditanamkan di tengkuknya. Jika kita bisa mengganggu sinyalnya, kita bisa melumpuhkannya!"

Echo yang berada di atas gedung mengeluarkan senapan elektromagnetiknya. "Aku bisa menembak dari sini, tapi kita butuh seseorang untuk mengalihkan perhatiannya."

Parker mengangguk. "Serahkan padaku."

Dengan kecepatan luar biasa, Parker mulai menyerang Dr. Octopus dengan rentetan pukulan dan jaring, mencoba membuatnya fokus pada dirinya. Octavius menggeram, mengayunkan tentakelnya ke segala arah, mencoba menangkap Parker. Saat perhatiannya teralihkan, Echo menarik pelatuknya.

ZAP!

Peluru elektromagnetik tepat mengenai chip neural di tengkuk Dr. Octopus. Tubuhnya tiba-tiba tersentak, tentakelnya berhenti bergerak, dan sistemnya mulai error.

"TIDAK!" teriak Octavius dengan putus asa. "Ini bukan akhirnya! Aku—"

Sebelum ia bisa menyelesaikan kalimatnya, sebuah ledakan kecil terjadi di bagian tengkuknya, menyebabkan tubuhnya jatuh ke tanah dengan suara dentuman keras. Parker berlari mendekat, melihat mata sang profesor yang perlahan kembali sadar.

"Parker... aku... aku tidak bisa mengendalikan mereka..." kata Octavius dengan suara lemah. "Teknologi ini... telah menghancurkanku..."

Parker mengepalkan tangannya, merasa iba terhadap gurunya yang dulu begitu ia hormati. "Aku minta maaf, Profesor..." katanya lirih sebelum Octavius pingsan.

Tony menatap reruntuhan laboratorium. "Kita harus pergi dari sini sebelum semuanya runtuh."

Cyber Team bergegas keluar dari laboratorium bawah tanah yang mulai runtuh, meninggalkan Dr. Octopus yang kini tak sadarkan diri. Di kejauhan, suara sirene polisi mulai terdengar, menandakan bahwa pertarungan mereka telah menarik perhatian pihak berwenang.

Saat mereka berkumpul di atas sebuah gedung, Parker menatap kota yang kini hancur akibat pertarungan tadi. Ia merasa bersalah, meskipun mereka telah menghentikan ancaman ini.

"Kita berhasil, tapi dengan harga yang mahal," gumamnya.

Tony menepuk pundaknya. "Dan ini baru permulaan."

Namun, tanpa mereka sadari, dalam bayangan, seseorang sedang mengamati mereka—sesosok pria berbadan besar dengan setelan rapi dan ekspresi dingin. Wilson Fisk, alias Kingpin, telah memperhatikan semua yang terjadi. Ia tersenyum tipis.

"Sepertinya sudah waktunya aku turun tangan sendiri..." katanya dengan nada mengancam.

Matahari baru saja terbit di cakrawala, menyinari kota yang masih tertutup debu akibat pertempuran hebat malam sebelumnya. Laboratorium bawah tanah tempat Dr. Octopus menjalankan eksperimennya kini telah runtuh, menyisakan reruntuhan dan sisa-sisa teknologi yang belum sepenuhnya dimengerti oleh Cyber Team.

Parker duduk di atap Stark Industries, menatap langit dengan pikiran yang kacau. Ia masih mengingat bagaimana ia harus menghancurkan chip yang mengendalikan Otto. Sesaat sebelum chip itu hancur, Parker melihat sekilas ekspresi sang profesor—bukan kebencian atau kemarahan, tetapi kesadaran yang kembali, seolah Otto Octavius menyadari apa yang terjadi padanya. Lalu semuanya menghilang dalam ledakan kecil yang menandai akhir dari eksperimennya.

Tony mendekatinya dan duduk di sampingnya. "Kau terlihat seperti seseorang yang baru saja kehilangan seseorang yang berarti."

"Aku... seharusnya bisa menyelamatkannya," ujar Parker dengan nada penuh sesal.

Tony menghela napas. "Kita tidak selalu bisa menyelamatkan semua orang, Parker. Kadang, pilihan terbaik yang bisa kita buat adalah pilihan yang paling menyakitkan."

Sebelum Parker bisa menjawab, suara Echo terdengar dari komunikator. "Kalian harus turun ke laboratorium sekarang. Aku dan Gwen menemukan sesuatu yang besar."

Di dalam laboratorium bawah tanah Stark Industries, Echo dan Gwen sedang meneliti pecahan teknologi tentakel hologram milik Dr. Octopus. Profesor Willie, yang juga ikut dalam penelitian ini, mengamati data di layar komputer.

"Kami menemukan sumber pendanaan dari proyek ini," kata Gwen sambil mengetik cepat di keyboardnya. "Dan ini lebih besar dari yang kita duga. Fisk Industries ada di balik semuanya."

Tony menyipitkan matanya. "Wilson Fisk... Kingpin. Aku seharusnya tahu."

Profesor Willie menambahkan, "Ini bukan hanya tentang teknologi Dr. Octopus. Fisk Industries sudah lama berinvestasi dalam proyek-proyek berbahaya, dan ini hanya satu dari banyak yang mereka kembangkan."

Echo menunjukkan rekaman lain. "Aku menemukan data tentang proyek lain yang masih berjalan di bawah Fisk Industries. Mereka sedang mengembangkan sesuatu yang disebut 'Project Titan'—sebuah eksperimen untuk menciptakan tentara augmented dengan teknologi hologram. Teknologi ini berasal dari riset Octavius."

Parker mengepalkan tinjunya. "Jadi bukan hanya eksperimen yang salah, ini adalah bagian dari rencana yang lebih besar."

Tony menatap layar dengan ekspresi tajam. "Jika Fisk mendanai proyek ini, maka dia pasti punya pasukan dan sumber daya yang cukup untuk melawan kita. Ini bukan hanya ancaman teknologi, tetapi juga ancaman kriminal dalam skala besar."

Sementara itu, di sebuah gudang tua di pinggiran kota, Kingpin duduk di kursinya yang besar, menatap monitor yang menampilkan wajah-wajah anggota Cyber Team.

Seorang pria dengan jas hitam berdiri di sampingnya. "Cyber Team telah ikut campur dalam proyek kita, Tuan Fisk. Apa perintah Anda?"

Kingpin tersenyum kecil. "Mereka sudah melangkah terlalu jauh. Kirim pesan peringatan. Jika mereka terus menghalangi bisnis kita... kita pastikan mereka tidak bisa ikut campur lagi."

Di apartemen Tony Stark, Cyber Team berkumpul untuk berdiskusi. Meskipun suasana tegang, Bibi May dan Lily berusaha menjaga suasana tetap hangat dengan menyiapkan makanan untuk mereka semua.

Saat mereka makan bersama, Zack berbicara. "Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan di masa lalu dengan mengikuti ayahku, tapi kali ini aku ingin membantu. Aku ingin menebus kesalahanku."

Parker menatapnya dan tersenyum kecil. "Kita semua pernah membuat kesalahan, Zack. Yang penting adalah bagaimana kita memilih untuk melangkah ke depan."

Gwen menambahkan, "Dan untuk itu, kita punya pekerjaan yang harus dilakukan. Aku mendapat informasi dari sumber rahasia bahwa ada seseorang yang bisa membantu kita menyusup ke dalam Fisk Industries dan mencari tahu lebih banyak tentang 'Project Titan'."

Tony mengangguk. "Baiklah. Kita sudah menarik perhatian Kingpin. Sekarang kita harus memutuskan: apakah kita akan diam saja dan menunggu serangan berikutnya, atau kita yang mengambil langkah pertama?"

Parker mengepalkan tangannya. "Kita yang bergerak lebih dulu."

Cyber Team kini menghadapi musuh baru—bukan hanya ilmuwan gila dengan teknologi canggih, tetapi seorang penguasa dunia kriminal yang memiliki sumber daya tak terbatas. Ancaman yang lebih besar telah menunggu di depan mata mereka.

Komentar